KHAYALAN MASA PENSIUN
Masa pensiun adalah masa yang tidak bisa dihindarkan apalagi ditolak. Maka seseorang yang telah memasuki usia 50 harus mempersiapkan diri untuk memasuki masa pensiun. Mungkin bagi seorang pegawai pemerintah/ ASN masa pensiun sesuai peraturan sekitar usia 56/57 tahun, namun untuk pegawai swasta usia pensiun tergantung kebijaksanaan perusahaan. Sedangkan untuk seorang pengusaha masa pensiun tidak dibatasi dan tidak di atur oleh peraturan perusahaan karena dia pemilik perusahaan. Maka untuk para generasi muda berlomba-lombalah menjadi seorang pengusaha sehingga pada masa tuanya tidak diresahkan oleh masa pensiun.
Karena saya seorang pekerja biasa, maka masa pensiun seolah-olah menghantui setiap waktu. Dari pada itu saya mencoba untuk berkhayal menghadapi situasi saat itu. Masa dimana besok sudah diperkenankan untuk tidak bekerja lagi dengan hormat, hak hak pesangon, dana lain yang dikumpulkan pada masa bekerja dan penghargaan karena loyalitas selama bekerja diberikan dalam bentuk dana bisa segera dicarikan kapan saja.
Saya berdiri di tengah taman bunga, pandangan menatap jauh di atas langit seraya berkata dalam hati, apa yang harus saya lakukan, tubuh yang terbiasa melakukan aktivitas kini tidak diperkenankan lagi melakukan rutinitas. Fisikku dipaksa untuk beristirahat, padahal otakku masih sehat dan jantungku masih berdetak dengan normal. Kedua organ vitalku masih orisinil dan tidak pernah mempunyai keluhan apapun. Apa jadinya jika saya memaksa kedua organ itu untuk beristirahat total dari aktivitas, rasanya tidak mungkin dan harus ada aktivitas ringan untuk kebutuhan gerak tubuh.
Masa pensiun ini, saya masih ditemani oleh istriku yang masih sehat dan rajin mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Walaupun kini sering ada keluhan sakit di kepala, gigi, perut, dan organ lainnya karena usia, namun semangat untuk melayani anak dan suami tidak pernah surut. Teman hidupku yang satu ini memang luar biasa, walaupun selama hidup bersama saya tidak pernah bekerja, tetapi selalu berusaha untuk mencari pekerjaan. Berbagai usaha telah dilakukan. Kadang saya merasa kasihan melihatnya, maka saya selalu membantunya untuk mengantarkan ketempat dia ingin melamar.
Kembali ke khayalanku lagi, setelah sadar dengan keadaanku kini, maka saya harus melakukan tindakan. Dengan seijin dan persetujuan istriku saya membeli sebuah rumah kecil disebuah bukit dengan atmosfer pedesaan yang masih kental, kami mencoba memulai kehidupan baru. Kedua anakku yang sudah mandiri telah memisahkan diri dengan kehidupannya sendiri. Saya masih sangat merindukan kedua anakku, jika mereka tidak mengunjungi kami barang seminggu kami sudah saling menanyakan keadaan mereka. Rasanya ingin berkumpul lagi seperti dulu lagi, tapi entah kapan, karena mereka sudah memiliki dunianya sendiri. Kalaupun keinginan untuk berkumpul lagi tidak bisa tercapai, bagi kami tidak masalah demi untuk kebahagiaan mereka juga.
Sekarang apa yang harus saya lakukan, untuk mengisi masa pensiun dan sisa hidupku kini. Saya memutar otak, bagaimana saya mencari income untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, haruskah bekerja keras lagi seperti dulu. Setelah beberapa hari berpikir untuk mencari jalan keluar, akhirnya kuputuskan, saya ingin melanjutkan cita-cita saya menjadi seorang penulis, seorang blogger dan YouTuber. Terlalu berlebihankah keinginan saya ini, atau jangan jangan malah buang-buang waktuku saja. Tidak, saya optimis untuk hal yang satu ini, dan bertekad untuk tidak bekerja setengah setengah. Kucari blog yang dulu pernah saya tulis, yaitu di blogspot dan wordpress. Selama lima tahun terakhir ini saya rajin membuat blog dan menulis, karena aku berangan angan, seumur hidupku saya harus menulis buku setidaknya tiga judul buku. Sekarang untuk mendukung cita-citaku sebagai seorang you tuner, saya merombak salah satu ruangan didalam rumahku menjadi ruang studio untuk shooting you tube.
Kini saya mempunyai jadwal yang ketat dan disiplin yang tinggi untuk menggapai harapanku. Pagi-pagi sekali saya sudah bangun, kuambil handphoneku untuk menulis. Istriku belum bangun, tapi disisinya saya sudah menuangkan ide dalam tulisanku. Siang harinya saya mencari konten untuk mengisi YouTube dan sore harinya saya kembali menulis dan posting blog. Itulah aktivitas yang saya lakukan untuk mengisi masa pensiunku.
Karena saya rajin mengirim konten you tube dan tidak jemu membuat blog, akhirnya saya mempunyai banyak followers. Karena banyak followers maka banyak permintaan konten dan tema blog dari followers. Satu persatu keinginan mereka saya penuhi walaupun banyak juga yang tidak sempat saya penuhi. Pendapatanku baik dari YouTube maupun dari blog sangat mengiurkan, sehingga keinginan yang selama ini tidak bisa saya penuhi sekarang tinggal pesan dan perintah. Pundi pundi hasil karyaku terus mengalir ke rekening tabunganku, sampai kepada suatu titik jenuh yang membuat pikiranku menjadi blank....
Uangku banyak, bahkan banyak sekali tak terhingga apa yang ingin saya beli sudah terbeli. Rumah menjadi bagus, mobil model terbaru sudah kupunya. Tapi saya merasa kosong, seperti ada sesuatu yang membiaskan pikiranku dan cita-cita, apakah ini. Saya diam dan mencoba mencari sesuatu untuk mengisi kekosongan itu. Akhirnya ketemu yang selama ini saya cari, yakni menulis buku. Waktuku tinggal sedikit, sedang tak satu judul buku yang telah saya tulis. Rupanya keasikan membuat konten dan imbalan besar telah mengalihkan dari tujuan utamaku, yakin menulis buku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar